Hello Sobat.. semoga kalian dalam keadaan sehat wal afiat semuanya ya, Aminn. Kali ini penulis mau bagi tips nih, tentu bukan tips jadi kaya raya di musim sakit-sakitan atau jadi YouTubers terkenal karena bagi-bagi uang ya. Nah..kali ini kita mau bagi tips perihal muda-mudi. Jika anda sekarang masih muda, umurmu diantara 18-30 tahun, pas bangat deh disarankan baca sampai selesai. Kendati demikian, umurmu kini baru 8-17 tahun, sangat disarankan jangan membacanya karena dapat berbahaya dan membuat candu anak orang (baper) 😁. Kalaupun umurmu kini 31-50 tahun, wah hati-hatilah membacanya sebab rumahtanggamu bisa renggang bahkan bisa tambah rukun. Tips jitu ini bisa manjur dan juga bisa garing tergantung penerapannya pada situasi dan kondisi tertentu dan jangan lupa "ingat umur". Berikut ini tips gombalan ala filsuf, mohon disimak dan dibaca sampai selesai ya..jika berhasil segera hubungi penulis 😎😀, namun jika sebaliknya maka anda belum beruntung 😭. Buntung deh..#Hanya...
Penceramah post-sosial Menyoalkan posmo tidak terlepas dari sepak terjang Modern (filsafat modern), hadirnya modern juga merupakan suatu pemberontakan intelektual terhadap alam pemikiran abad pertengahan. Filsafat modern meyakinkan rasio merupakan salah satu sumber pengetahuan, yang dapat mendorong sifat kritis dan menolak klaim-klaim kekuasaan gerejawi. Hadirnya Copernikus, Galileo hingga Descartes ialah semangat humanisme dan Renaissance Modern. Kehidupan modern yang serba individual dan menjadikan diri (rasio) sebagai pusat kebenaran, manusia dapat membuka rahasia alam, termasuk kekuatan rasio dapat menemukan imam. Namun apakah perkembangan akal sejalan dengan kehidupan kemanusiaan.! Ternyata dengan dalih modern justru menghancurkan, merugikan masa depan manusia sendiri; Nuklir yang diciptakan bahkan berbahya untuk dirinya, dengan mesinnya malah memperpanjang barisan perbudakan hingga persaingan antar kapital yang mengarah pada perseteruan antar umat. Dari kenyataan itula...
Manusia selalu menyukai kesenangan, keindahan. Kesenangan ini akan mengantarkan manusia pada pola pikir dan laku kehidupannya. Naik kelapa, mendaki gunung dll merupakan bagian dari kesenangan itu. Kesenangan itu akan mengantarkan manusia pada fitrah "ingan tahu", tidak bisa diam dengan apa yang telah ia jelajahi, hingga ia mengetahui apa alasan di balik eksistensi yang terjadi itu. Namun apakah kesenangan ini perlu dibenarkan, ketika ada yang jatuh terluka, disengat kalajengking bahkan pada pendakian ada yang hilang hingga meninggal dunia. By the way, oleh Marcuse diulas (Manusia satu dimensi, 2016); pada fase kapital tingkat lanjut, Dialektika (pekerja+dikerjain) tidak begitu diametral, manusia kini diperkenalkan oleh mesin (iklan kelapa muda menambah stamina di ranjang, Gunung ini bagus tuk di jamah). Dari sinilah manusia memburu kesenangan. Kendati demikian, apakah kesenangan sama dengan kebenaran. Toh yang sudah meminum kelapa muda perlu tambahan dosis pill, mereka yang...
Komentar
Posting Komentar