Hello Sobat.. semoga kalian dalam keadaan sehat wal afiat semuanya ya, Aminn. Kali ini penulis mau bagi tips nih, tentu bukan tips jadi kaya raya di musim sakit-sakitan atau jadi YouTubers terkenal karena bagi-bagi uang ya. Nah..kali ini kita mau bagi tips perihal muda-mudi. Jika anda sekarang masih muda, umurmu diantara 18-30 tahun, pas bangat deh disarankan baca sampai selesai. Kendati demikian, umurmu kini baru 8-17 tahun, sangat disarankan jangan membacanya karena dapat berbahaya dan membuat candu anak orang (baper) 😁. Kalaupun umurmu kini 31-50 tahun, wah hati-hatilah membacanya sebab rumahtanggamu bisa renggang bahkan bisa tambah rukun. Tips jitu ini bisa manjur dan juga bisa garing tergantung penerapannya pada situasi dan kondisi tertentu dan jangan lupa "ingat umur". Berikut ini tips gombalan ala filsuf, mohon disimak dan dibaca sampai selesai ya..jika berhasil segera hubungi penulis 😎😀, namun jika sebaliknya maka anda belum beruntung 😭. Buntung deh..#Hanya...
Sobat yang dirahmati oleh Tuhan YME, aamin. Yang berbahagia tentunya. Kali ini penulis ingin mengutarakan beberapa pendapat dan catatan soal bagaimana pilkades itu di jalankan secara ideal dimulai dari pra pemilu hingga pasca pemilu. Mungkin tulisan tidak seketat diktat kepenulisan akademik,..namun tidak mengecewakan deh. Langsung saja cus membacanya (sediakan kopi + cemilan agar padat soalnya) Pertama , fenomena PILKADES sobat bisa akses lewat gawai pribadi. Disana kita dapati pertarungan visi-misi yang begitu Gentle - adab . Para calon kepala desa selanjutnya disingkat Cakades mendulung kekuatan lewat menawarkan harapan-masa depan, dengan gaya retoris yang memukau tentunya. Inilah barangkali diwakili oleh klan Pemuda. Pada sisi yang berbeda, para petahana (perangkat desa) disamping menawarkan visi-misi yang kita sebut gentle , selanjutnya ia hanya perlu menunjukkan bukti nyata, baktinya pada kehidupan berdesa. Slogan klan ini "kami pernah makan asam garam", banyak me...
Ap Kita bersyukur menyaksikan seluruh masyarakat Indonesia yang berbondong-bondong kembali ke tempat asalnya dewasa ini semakin meningkat. Peningkatan yang signifikan itu tentunya harus diiringi dengan suatu upaya penggalian untuk menangkap makna dan relevansi mudik tersebut secara lebih substansial. Mudik itu tidak hanya berupa aktivitas perjalanan yang semata-mata hanya untuk mengisi waktu liburan dan memperoleh safaat orangtua, melainkan lebih dari itu, yaitu; napak tilas perjalanan masyarakat-masyarakat pekerja, pelajar hingga para politis. Karena itu sangat wajar apabila mudik dikategorikan jenis kerja Amalia yang paling sempurna, sebab ia tidak hanya bisa dilakukan dengan hati tulus-ikhlas, melainkan dengan menyertakan pula pikiran, kekuatan fisik serta materi. Mudik itu sendiri bisa dilacak padanan kata dari kata "udik" yang berarti desa, pedalaman kampung dan paling terbelakang, maka beruntunglah orang-orang yang memilikinya hingga ia bisa melaksanakan. Namu...
Komentar
Posting Komentar