Postingan

Tahapan & Penyamarataan Pengetahuan

Gambar
Pertemuan ke tiga, Epistemologi Islam Bertempat di Universitas Kanjuruhan Malang. ~Alman Pohahara Pembicara kita seputar Tahapan dan Penyamarataan Pengetahuan. Berbicara mengenai tahapan pengetahuan tidak terlepas dari pembahasan sebelumnya sebagai peletakan dasar; alat dan sumber pengetahuan. Tahapan pengetahuan secara langsung berhubungan dengan pertanyaan darimana pengetahuan itu hadir dalam benak kita (konsep, citra, gambaran), maka kita akan menemukan banyak sekali argumentasi; ada kaum satu, dua, tiga, empat sampai seribu Tahap. Tetapi bukan tahapan yang menjadi tolak ukur, namun bagaimana argumentasi pertanggung-jawabanya pengetahuannya. Kaum satu tahap (empiris, Luck) yang penekanannya pada Indera, mereka mengatakan semua yang hadir dalam benak kita ialah murni bersumber dari panca indera, jika indera bisa menjangkau hal-hal yang non materi maka gugurlah semua bangunan pengetahuan yang bersumber dari Rasio. Berbeda dari tahap pertama (rasionalis/idealis, plato) mereka ...

ISLAM Agamaku, NDP Ideologiku

Gambar
Telah kita ketahui bersama bahwa dalam sejarah peradaban manusia, peran agama menjadi satu hal yang sangat penting dalam kehidupan. Agama pada dasarnya adalah untuk menjadi pedoman sekaligus sebagai  pegangan hidup manusia dalam menjalankan aktifitasnya sebagai khalifah dimuka bumi. Semakin kesini peran agama tidak lagi begitu nampak, bukan karena  ketidak adanya relevansi agama dengan  zaman yang terus berkembang,  melainkan karena setiap manusia mulai menjauhkan agama dalam kesehariannya. Maka dari itu, dalam tulisan ini penulis mengajak kita semua untuk kembali lagi pada titik dimana agama menjadi satu-satunya  penentu arah kehidupan. Agama dalam bahasa Arab disebut sebagai Ad- Din ( atau AL-Din ). Din dapat juga diartikan sebagai cara hidup ( way of life). Suatu sistem, pedoman hidup dan juga peraturan- peraturan yang menyeluruh tentang tata cara hidup yang benar. Sekali lagi, yang dimaksud dengan hidup adalah kehidupan disini dan kini. Islam adalah Ad-...

Perjalanan Manusia menuju Tuhan

Gambar
Alman Pohahara Refleksi Teleologi Persepsi Berbicara mengenai manusia memang unik; mulai darimana ia berasal, untuk apa kehidupan di Alam semesta yang luas ini, bagaimana ia berbuat agar dianggap baik oleh manusia lainnya hingga kapan ia kembali kepada tempat asalnya. Akhirat ialah tujuan akhir setiap manusia tetapi sejauh mana kita mempersiapkan diri untuk kembali, apa saja yang dibawa menghadap kepadaNYA, tentu sebagai pribadi yang tidak terlepas dari godaan Alam semesta. Untuk itu perlu kita insyafi, membendungi bersama agar kita tidak larut dalam hal duniawi, dengan bekal inilah kita kembali kepada Tuhan tanpa embel-embel apapun. Aktivitas manusia tersebut disadari maupun tidak, ia hadir dalam benak keseharian kita. Secara sadar kita menyebut aktivitas ini ialah kinerja JIWA, yang mana ia selalu berhubungan dengan Alam Ilmiah (persepsi indrawi) disisi lain ia juga berhubungan dengan Alam Imajinasi (persepsi imaji). Kinerja jiwa tidak cukup disitu, ia melamp...

Bencana Alam, siapa yang disalahkan.

Gambar
BENCANA oleh: Abdillah Toha Kemarin kita sedikit menyinggung tentang bencana dan hubungannya dengan Rahmat Allah. Sementara kita simpulkan bahwa bencana alam dapat dilihat dari dua sisi yakni bagian dari kesimbangan alam dan karena ulah manusia. Sesungguhnya bencana yang menimpa manusia dan makhluk lain ada paling sedikit tiga macam. Bencana alam, bencana sosial, dan bencana kecelakaan. Meski terpisah, seringkali ketiga jenis bencana itu berhubungan. Bencana Sosial  terjadi kala masyarakat telah mencampakkan nilai2 moral, kesusilaan, akhlak, dan keadilan sehingga terjerumus kedalam sebuah lingkungan yang tidak mampu mendukung tata kehidupan yang tertib dan damai. Bencana jenis ini yang juga berakibat pada kemiskinan, kekacauan, perang, dan sebagainya adalah sepenuhnya tanggung jawab manusia untuk mengatasinya melalui kemajuan peradaban dan keadaban. Fungsi agama disini membantu manusia memberi petunjuk menuju pencapaian makna hidup yang sejati. Bencana Kecelakaan ...

Nilai Dasar Pemikiran HMI

Gambar
Garis Besar Materi Nilai-nilai Dasar Perjuangan (NDP-HMI). ______ 1. Hakekat Kehidupan 2. Analisa kebutuhan manusia 3. Mencari kebenaran sebagai kebutuhan dasar manusia 4. Islam sebagai sumber kebenaran 5. Hakekat kebenaran 6. Konsep Tauhid La Ila Ha IllAllah 7. Eksistensi dan sifaf sifat Allah. 8. Kepercayaan (iman) sebagai upaya mencari kebenaran 9. Doktrin Akhirat sebagai awal kehidupan 10. Hakikat penciptaan Alam semesta 11. Eksistensi Alam 12. Fungsi dan Tujuan Penciptaan Alam 13. Hakikat Penciptaan Manusia 14. Eksistensi Manusia dan Kedudukannya di antara mahkluk lainnya 15. Kesetaraan dan kedudukan manusia sebagai khalifah di muka bumi 16. Manusia sebagai Hamba Allah 17. Fitrah, kebebasan dan tanggung jawab manusia 18. Hakikat masyarakat 19. Perlunya menegakkan keadilan dalam masyarakat 20. Tinjauan Problem sosialisme dan kapitalisme 21. Hubungan keadilan dan kemerdekaan 22. Hubungan keadilan dan kemakmuran 23. Kepemimpinan untuk menengakan keadilan ...

BerAGAMA itu Rasional

Gambar
Agama berasal dari bahasa sansekerta yaitu "a" yang artinya tidak dan "gama" yang artinya "kacau". Jadi secara istilah agama itu berarti tidak kacau. Maksudnya, agama itu diperlukan umat manusia agar hidupnya tidak kacau. Maka itu, agama berisikan aturan ajaran atau doktrin yang memuat nilai-nilai luhur kehidupan. Untuk penguatan nilai-nilai luhur tersebut, agama mengajarkan aktivitas yang memiliki dimensi ritual dan spiritual. Aturan ritual itu berkaitan dengan aktivitas ibadah yang tampak secara fisik sebagai syarat wajibnya seseorang sebagai pemeluk suatu agama. Sedangkan dalam hal kebangkitan spiritual, meski itu tidak wajib sebagai mana dimensi dalam aturan aturan ritual; agama mengajarkan aktivitas yang non fisik untuk penguatan ruhani manusia dalam mendekat kepada Tuhan. Sebagai mana alam ini layak tercipta dengan hukum-hukum yang melingkupi, maka begitu juga dengan agama. Ia harus diturunkan untuk mengatur keseimbangan hidup manusia yang s...

Senior jadi serba salah

Gambar
Senior jika ke komisariat namanya Menyambangi. Senior jika sering ke komisariat namanya ada maunya. Senior jika jarang ke komisariat namanya kurang ajar. Senior jika tidak pernah ke komisariat nama hilang kontak. Itu bahasa organisasi